Wednesday, November 16, 2011

Serangan Serangga Misterius di Gunungkidul

GUNUNGKIDUL - Para penduduk di Dusun Pakwungu, Desa Sumberwungu, Tepus, Kabupaten Gunungkidul, DIY, resah akibat munculnya  ribuan serangga mirip lalat yang bersarang di pohon aren. Hampir empat hari belakangan ini, warga berusaha untuk membasmi dengan cara menyemprot hewan berbentuk kecil dan berwarna hitam yang belum diketahui nama tersebut.

Warga resah karena serangga-serangga tersebut kini  masuk ke rumah-rumah.  Menurut warga bernama Noto (45), misalnya, rumahnya yang belum dipasangi  eternit kerap dimasuki ribuan serangga. Serangga-serangga 'misterius' itu  masuk  melalui lubang angin rumah Noto.

"Yang bikin resah itu karena mereka sudah mulai masuk rumah, Mas," kata Noto kepada Tribun Jogja, di rumahnya yang berlokasi di  Dusun Pakwungu RT 04 RW 09, Minggu (13/11).

Noto menuturkan, sejak Kamis (10/11) lalu serangga tersebut semakin banyak memasuki rumah, membuat resah karena menganggu aktivitas warga, bahkan mengganggu kenyamanan tidur. Sebelumnya, kata Noto, ribuan serangga ini menyerang seluruh batang aren, namun beberapa hari kemudian serangan merembet ke pohon lain semisal  bambu, dan kelapa.

Noto kini disibukkan oleh kegiatan menyemprotkan obat pestisida dan menyapu serangga- serangga tersebut. enurutnya, ratusan bahkan ribuan hewan mirip puthul kecil atau lalat tersebut  tidak mati saat disemprot pestisida.  Selain itu, jumlah serangga misterius tersebut  bertambah saat malam tiba. Mereka  mendatangi sumber-sumber cahaya dan beterbangan di sekelilingnya,  seperti laron.

Warga lain, Sukarman (50), mengatakan sudah ada pemantauan dari perangkat pemerintahan desa, selain upaya pemberantasan menggunakan obat. Hanya, pemberian obat ternyata  masih belum mempan.  

Sukarman dan beberapa warga sekitar pun telah mencoba membunuh serangga- serangga itu menggunakan spiritus, bensin, minyak tanah, dan pestisida, namun juga tak ada hasil yang cukup signifikan. "Kami berharap agar kami bisa terbebas dari serangan serangga ini," keluhnya.

Menurut Sukarman, saat ini banyak warga  mengeluhkan kedatangan hewan-hewan tersebut ke dalam rumah. Utamanya, di malam hari serangga tersebut menggangu kenyamanan warga. "Ya sebisanya,  kami basmi pakai obat pembunuh lalat," katanya.

0 comments: